Selasa, 10 November 2020

KEMEJA Lumina BASIC / KEMEJA DIAN / COMFY SKOLDER / KEM




 1 Kg Muat : 7 pics

Bahan : Twiscone


Ukuran : L

Lingkar Dada : 96 Cm

Panjang : 60 Cm


Ukuran : XL

Lingkar Dada : 100 Cm

Panjang : 60 Cm

Selasa, 08 Agustus 2017

tentang konsep ta'aruf

assalamualaykum akhi dan ukhti..
kali ini saya akan membagikan ilmu seputar ta'aruf, apa itu ta'aruf??  ta'aruf adalah cara ummat muslim dalam proses pendekatan untuk menikah, istilah gaulnya PDKT(pendekatan). mungkin ada sebagian ahkwat/ihkwat yg sudah tau arti ta'aruf tapi belum tau prakteknya.
ada 3 hal yg harus di jalani dalam ber-ta'aruf secara syar'i, diantaranya:
1. NADJAR.
nadjar atau melihat calon pasangan, sebagian ulama berpendapat wajib hukumnya melihat pasangan, dan sebagiannya lagi di sunnahkan. apa yg di lihat dari pasangan?? tentu saja terbatas, ada 2 bagian tubuh yg boleh di lihat, antara lain adalah wajah dan telapak tanagan(punggung tangan) kedua bagian tubuh ini mewakili bagian tubuh yg lain, wajah mewakili dari kepala sampai ke perut, dan telapak tangan mewakili perut sampai ke kaki, tentu saja ini simbol saja, karna dalam islam kita di larang melihat aurat. nadjar sangat di anjurkan oleh nabi salallahu alaihi wassalam, ada sebuah riwayat pada zaman nabi salallahu alaihi wassalam, pernah ada seorang sahabat akan menikah tapi tanpa melihat (nadjar) dan nabi bertanya "apa kau sudah melihatnya " kemudian sahabat itu menjawab "belum ya rosulallah" kemudian nabi sallahu alaihi wassalam menyuruhnya untuk nadjar. dari riwayat inilah para ulama berpendapat hukum nadjar adalah wajib walaupun sebagian ulama berpendapat sunnah. hal ini kembali pada diri kita masing-masing, mau berpegang yg mana. kalo saya pribadi lebih cenderung ber-nadjar.
2. MENGENALI KELUARGA AYAH DAN IBU.
ini bagian hal cukup penting dalam ber-ta'aruf, karna kita bisa mengenali calon pasangan mulai dari warna kulit, jenis rambut, cara bejalan dan kriteria dari calon pasangan. gimana caranya??  hal yg umum di kalangan pemuda/pemudi untuk mengenali pasangan lebih dalam adalah dgn pacaran, padahal islam melarang keras pacaran karna pelakunya bisa cenderung bermaksiat atau berzina, sudah banyak bukti di lapangan yg jadi contoh misal hamil di luar nikah, bayi yg di buang, kasus aborsi dll yg sebelumnya di awali dgn pacaran, niatnya mengenal calon pasangan ujungnya bermaksiat.  lalu gimana caranya PDKT tanpa pacaran??  islam sudah menyiapkan hal-hal yg sekecil apapun untuk ummatnya termasuk PDKT. jika kita ingin tau tentang fisik dari calon pasangan kita, coba lihat dari keluarga ayah, karna keluarga ayah akan mewariskan fisik dari warna kulit, jenis rambut, cara bejalan dll yg berhubungan dgn fisik. dan untuk kriteria calon pasangan kita bisa lihat dari keluarga ibu. keluarga ibu mewariskan sifat ke calon pasangan kita. dan di sini kita bicara globalnya bukan subtansialnya ya..
jadi gak perlu menempuh jalan yg di haramkan oleh agama kan..
3. MENGENALI LINGKUNGAN CALON PASANGAN.
Pergaulan juga jadi pengaruh terbentuknya sifat seseorang.  seperti sabda nabi "temanmu adalah cermin dirimu" maksudnya, jika kita bergaul dgn orang yg suka maksiat maka kita termasuk orang seperti mereka, dan jika kita bergaul dgn orang yg ahli ibadah maka kita yg belum ahli ibadahpun lama-lama akan seperti mereka. islam pun mengajurkan untuk pilih-pilih dalam bergaul, tapi jika ada orang yg rajin ibadah tapi teman-temannya kebanyakan yg males ibadah itu sebagian kecil, karna yg kita bicarakan bukan subtansialnya tapi globalnya(umumnya). nah pada masa ber-ta'aruf kita di perbolehkan untuk bertanya pada calon pasangan kita dalam hal lingkungan. misal coba tanya kalo weekend dia suka kemana, hobinya apa, tanya pendapat dia soal pacaran. di jawaban itu akan terlihat sisi lain dari calon pasangan kita dan kita sudah punya tolak ukur di situ.

itulah konsep ta'aruf sesuai syar'i, dan selanjutnya kita bisa shalat istikharah jika masih bimbang, minta petunjuk allah.. insya allah, allah akan berikan yg terbaik jika kita bersungguh-sungguh ihktiar dalam mencari jodoh. jangan remehkan dalam masalah dengan siapa kita berumah tangga, salah memilih jodoh akan berakibat kegagalan dalam rumah tangga, dan anak yg kita hasilkan akan jadi korban dari kesalahan kita di awal. dan jangan terburu-buru mencari jodoh, persiapkan diri kita untuk menyambut jodoh perbaiki ahklak, pertambah ilmu, rajin ibadah akan menjadi mahgnet jodoh akan cepat datang. laki-laki yg baik untuk perempuan yg baik, laki-laki yg buruk untuk perempuan yg buruk. (annuur ayat 26)
jika ada kesalahan pemaparan, penulisan mohon kasih sarannya ya.. 😉
semoga bermanfaat...
salam dakwah..
wassalamu alaykum..